Siapa tak
kenal keindahan alam Lombok, pulau persis di Timur Bali yang telah mendunia.
Namun, tidak semua tahu atau semua berminat melongok kondisi sosial budaya dari
penduduk Lombok. Begitupun dengan kehidupan sehari-hari dari penduduk yang
tinggal di permukiman tradisional seperti desa Senaru, desa Bayan, dll. Rumah
tradisional desa senaru dan segala isinya : bersatu dengan alam prinsip hidup
penduduk setempat.
Jika
melakukan pendakian ke Rinjani Melalui desa Senaru maka sempatkanlah mampir ke
kampung traditional Senaru. Disamping itu di desa Senaru juga terdapak objek
wisata lain seperti Rumah adat Senaru, Air terjun Sindang Gila (Terjun Satu),
air terjun Tiu Kelep ( Terjun Ke dua),selain itu juga dapat menikmati
Pemandangan Bangket Bayan.
Penduduk
setempat terutama tetua adat ( Mangku Adat) akan menyambut kedatangan para
tamu. Setelah bersamalaman, pemangku adat mengajak para tamu duduk dan
bercengkrama di sebuah bangunan traditional yang disebut Berugak. Bila tamu
mengajukkan pertanyaan tentang desa senaru salah satu dari mereka pasti ada
yang menjawab pertanyaan para tamu.
Desa Senaru tanahnya subur dan berada di kaki Gunung Rinjani (3775 m) sangatlah menyenangkan. Udara segar karena dari sini bisa memandang ke arah laut. Lokasi masih berupa hutan dengan perkembangan fisik (lan dan bangunan) yang masih terbatas. Jumlah dusun di desa Senaru ada beberapa dusun yaitu : Senaru, Lendang Nyambuk, Lendang Cempaka,Bon Gontor, Telaga Lenggndi, dan Kebaloan . Penduduk desa Senaru hampir tak mengenal sekolah serta menutup diri terhadap pengaruh dari luar. Mereka sangat ketat mempertahankan nilai-nilai tradisi lama dan tidak udah bergaul dengan orang luar ( Pendatang). Keindahan justru terpancar dari kesederhanaan dan kemampuan beradaptasi dan mencintai alam sekitarnya. (Inilah yang membuat rasa salut dan selalu rindu akan kebersahajaan yang di miliki). Ada 4 jenis bangunan yang ada adalah rumah, berugak, Geleng dan lumbung, serta kandang hewan peliharaan.
Masih di kaki Gunung Rinjani yang sangat menawan, di atasnya terdapat danau yang terkenal Segara Anak. Desa Karang Bajo, adalah terdapat sebuah masjid kuno, berdinding kayu dan anyaman bambu, beratap rumbia dan dihiasi momolo, beralas tanah, dan pondasi batu kali. Masjid yang berdiri di tengah-tengah sebuah dataran yang tinggi, masih di kelilingi pepohonan besar dan kebun-kebun dan juga ada makam-makam para tokoh desa.
Agama
Desa Senaru, salah
satu perkampungan Agama yang di anut oleh suku Sasak adalah agama Islam. Di
kampung Desa Senaru mempunyai seorang Amak lokak ( Ketua Mangku Adat) di Desa Denaru,
pemangku yang memimpin segala kegiatan keagamaan kampung. Jabatan Amak lokak
ini diperoleh secara turun-temurun dari nenek moyang sejak zaman dahulu sebelum
mereka. Amak Lokak juga yang memimpin musyawarah-musyawarah penduduk seperti
musyawarah acara penebangan kayu, ada acara adat-adat yang lainnya seperti
Lebaran Adat, Maulid. Adat-adat teradisi di laksanakan di rumah Amak Lokak dan
semua warga yang lainnya akan datang untuk melaksanakn adat tradisi.
Rumah Adat Suku Sasak
Rumah
bukan sekedar tempat hunian yang multifungsi, melainkan juga punya nilai
estetika dan pesan-pesan filosofi bagi penghuninya, baik arsitektur maupun tata
ruangnya. Atap dan bubungannya (bungus) terbuat dari alang-alang, dindingnya
dari anyaman bambu, hanya mempunyai satu berukuran kecil dan tidak ada
jendelanya. Ruangannya (rong) dibagi menjadi inan bale (ruang induk) sebagai
tempat menyimpan beras dan pas ada acara-acar tertentu yang meliputi bale luar
(ruang tidur) . selain itu ada namanya Ranjat yaitu tempat menaruh makanan
karena tidak menggunakan raq atau pun meja makan.
Permukiman tradisional memang menarik untuk dikunjungi.Terkadang ada
yang bertanya. Apakah penduduk di permukiman itu tak akan mengikuti kemajuan
jaman ? Akankah mereka tetap dengan tradisi lamanya ? Atau bagaimana sebaiknya
mengembangkan sebuah permukiman tradisional yang tetap dapat memajukan
penduduknya, baik dari segi pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya ?
Ada salah satu cantik khas Lombok di hasilkan oleh para pengerajin yang
biasanya di kerjakan oleh para terampil perempuan yang begitu tekun menenun membuat sejenis kain ( Songket), satu lembar kain terkadang ada yang sampai
tiga bulan pengerjaannya baru jadi.
Bila ingin
mendapatkan tenunan asli langsung dari pengrajin, datang ke desa Tanak Lilin
atau Loloan. Desa ini berada di Lombok Selatan dengan permukiman yang khas. Selain
itu di Desa Senaru juga ada yang namanya lumbung dengan bentuk arsitektur
lumbungnya berntuk seperti tumpukan padi yang baru dipanen. Lumbung adalah
bangunan khas Lombok yang unik dan menarik, bahan alami dan cara pembuatan yang
mematuhi aturan turun-temurun dari nenek moyang membuatnya bernilai arsitektur
tinggi) lumbung ini adalah tempat menyimpn padi yang baru di panen, bila padi
di perlukan pemilik lumbung bisa mengambil kembali padi kemudian di tumbuk sampai kulit-kulit padi
terkelupas hingga menjadi beras buat di masak dan ini adalah cara itu sebagian
besar masyarkat seperti itu. Selain itu ada di Desa Bayan Belek, sebuah
desa yang juga memiliki masjid unik, yaitu masjid kuno. Ada yang namanya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar