Senin, 19 Maret 2012

DESA SENARU DAN SEKITARNYA


Siapa tak kenal keindahan alam Lombok, pulau persis di Timur Bali yang telah mendunia. Namun, tidak semua tahu atau semua berminat melongok kondisi sosial budaya dari penduduk Lombok. Begitupun dengan kehidupan sehari-hari dari penduduk yang tinggal di permukiman tradisional seperti desa Senaru, desa Bayan, dll. Rumah tradisional desa senaru dan segala isinya : bersatu dengan alam prinsip hidup penduduk setempat.

Jika melakukan pendakian ke Rinjani Melalui desa Senaru maka sempatkanlah mampir ke kampung traditional Senaru. Disamping itu di desa Senaru juga terdapak objek wisata lain seperti Rumah adat Senaru, Air terjun Sindang Gila (Terjun Satu), air terjun Tiu Kelep ( Terjun Ke dua),selain itu juga dapat menikmati Pemandangan Bangket Bayan.
Penduduk setempat terutama tetua adat ( Mangku Adat) akan menyambut kedatangan para tamu. Setelah bersamalaman, pemangku adat mengajak para tamu duduk dan bercengkrama di sebuah bangunan traditional yang disebut Berugak. Bila tamu mengajukkan pertanyaan tentang desa senaru salah satu dari mereka pasti ada yang menjawab pertanyaan para tamu.
Desa Senaru  tanahnya subur dan berada di kaki Gunung Rinjani (3775 m) sangatlah menyenangkan. Udara segar karena dari sini bisa memandang ke arah laut. Lokasi masih berupa hutan dengan perkembangan fisik (lan dan bangunan) yang masih terbatas. Jumlah dusun di desa Senaru ada beberapa dusun yaitu : Senaru, Lendang Nyambuk, Lendang Cempaka,Bon Gontor, Telaga Lenggndi, dan Kebaloan . Penduduk desa Senaru hampir tak mengenal sekolah serta menutup diri terhadap pengaruh dari luar. Mereka sangat ketat mempertahankan nilai-nilai tradisi lama dan tidak udah bergaul dengan orang luar ( Pendatang). Keindahan justru terpancar dari kesederhanaan dan kemampuan beradaptasi dan mencintai alam sekitarnya. (Inilah yang membuat rasa salut dan selalu rindu akan kebersahajaan yang di miliki). Ada 4 jenis bangunan yang ada adalah rumah, berugak, Geleng dan lumbung, serta kandang hewan peliharaan.
Masih di kaki Gunung Rinjani yang sangat menawan, di atasnya terdapat danau yang terkenal Segara Anak. Desa Karang Bajo, adalah terdapat sebuah masjid kuno, berdinding kayu dan anyaman bambu, beratap rumbia dan dihiasi momolo, beralas tanah, dan pondasi batu kali. Masjid yang berdiri di tengah-tengah sebuah dataran yang tinggi, masih di kelilingi pepohonan besar dan kebun-kebun dan juga ada makam-makam para tokoh desa.

Agama
Desa Senaru, salah satu perkampungan Agama yang di anut oleh suku Sasak adalah agama Islam. Di kampung Desa Senaru mempunyai seorang Amak lokak ( Ketua Mangku Adat) di Desa Denaru, pemangku yang memimpin segala kegiatan keagamaan kampung. Jabatan Amak lokak ini diperoleh secara turun-temurun dari nenek moyang sejak zaman dahulu sebelum mereka. Amak Lokak juga yang memimpin musyawarah-musyawarah penduduk seperti musyawarah acara penebangan kayu, ada acara adat-adat yang lainnya seperti Lebaran Adat, Maulid. Adat-adat teradisi di laksanakan di rumah Amak Lokak dan semua warga yang lainnya akan datang untuk melaksanakn adat tradisi.

Rumah Adat Suku Sasak

            Rumah bukan sekedar tempat hunian yang multifungsi, melainkan juga punya nilai estetika dan pesan-pesan filosofi bagi penghuninya, baik arsitektur maupun tata ruangnya. Atap dan bubungannya (bungus) terbuat dari alang-alang, dindingnya dari anyaman bambu, hanya mempunyai satu berukuran kecil dan tidak ada jendelanya. Ruangannya (rong) dibagi menjadi inan bale (ruang induk) sebagai tempat menyimpan beras dan pas ada acara-acar tertentu yang meliputi bale luar (ruang tidur) . selain itu ada namanya Ranjat yaitu tempat menaruh makanan karena tidak menggunakan raq atau pun meja makan.
Permukiman tradisional memang menarik untuk dikunjungi.Terkadang ada yang bertanya. Apakah penduduk di permukiman itu tak akan mengikuti kemajuan jaman ? Akankah mereka tetap dengan tradisi lamanya ? Atau bagaimana sebaiknya mengembangkan sebuah permukiman tradisional yang tetap dapat memajukan penduduknya, baik dari segi pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya ?
Ada salah satu cantik khas Lombok di hasilkan oleh para pengerajin yang biasanya di kerjakan oleh para terampil perempuan yang begitu tekun menenun membuat sejenis kain ( Songket), satu lembar kain terkadang ada yang sampai tiga bulan pengerjaannya baru jadi.

Bila ingin mendapatkan tenunan asli langsung dari pengrajin, datang ke desa Tanak Lilin atau Loloan. Desa ini berada di Lombok Selatan dengan permukiman yang khas. Selain itu di Desa Senaru juga ada yang namanya lumbung dengan bentuk arsitektur lumbungnya berntuk seperti tumpukan padi yang baru dipanen. Lumbung adalah bangunan khas Lombok yang unik dan menarik, bahan alami dan cara pembuatan yang mematuhi aturan turun-temurun dari nenek moyang membuatnya bernilai arsitektur tinggi) lumbung ini adalah tempat menyimpn padi yang baru di panen, bila padi di perlukan pemilik lumbung bisa mengambil kembali padi  kemudian di tumbuk sampai kulit-kulit padi terkelupas hingga menjadi beras buat di masak dan ini adalah cara itu sebagian besar masyarkat seperti itu. Selain itu ada di Desa Bayan Belek, sebuah desa yang juga memiliki masjid unik, yaitu masjid kuno. Ada yang namanya 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar